Kalah Melawan RCTI, Bos Sinemart Siap-siap Ajukan Banding

Leo Sutanto bersama Baim Wong dan Vebby Palwinta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perseteruan PT Rajawali Citra Televisi Republic of Indonesia (RCTI) dengan PT Sinemart Republic of Indonesia dan Leo Sutanto belum usai.

Kubu Leo Sutanto pemilik Sinemart bersiap mengajukan banding pasca perlawanannya (verzet) tidak diterima oleh Pengadilan Negeri Djakarta Barat.

Kuasa hukum Leo Sutanto Harry Pontoh menyatakan, upaya hukum masih terbuka bagi pihaknya untuk membela diri. "Banding masih bisa dilakukan kok," ungkapnya kepada KONTAN, Selasa (17/10).

Sebab, pihaknya masih bersikukuh kalau putusan PN Jakbar itu merupakan putusan yang aneh. Yangmana, pengadilan menilai pihak Sinemart dan Leo telah dipanggil secara patut. Padahal, alamat gugatan ditujukan di Kebayoran Lama yang notabene, hanyalah ruko kosong.

Sementara, Harry mengklaim RCTI mengetahui betul kalau kantor Sinemart telah lama pindah di Kedoya. "Hal itu juga tertera dalam bukti yang diajukan RCTI berupa perjanjian denganSinemart RCTI yang menggunakan alamat Kedoya," tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga beranggapan majelis hakim telah keliru dalam mempertimbangkan putusan perkara verzet ini.

Sebab, pengajuan verzet psda 27 Apr 2017 itu telah sesuai dengan ketentuan, termasuk soal jangka waktu.

Berdasar Pasal 129 ayat two HIR pihaknya dapat mengajukan verzet dalam tempo xiv hari saat menerima putusan secara sendiri.  "Dalam hal ini kami mengambil putusan sendiri di pengadilan setelah menerima pemberitahuan di koran," ungkapnya.

Menurutnya peraturan hukum di Republic of Indonesia sudah sangat merefleksikan betapa pentingnya bagi pihak tergugat untuk membela dirinya.

Dia berharap, dalam banding ini dapat diuji putusan majelis hakim PN Jakbar tersebut.

 
Reporter: Sinar Putri S.Utami 

SHARE

About Susan M. Hendrickson