NASA Akui Keberadaan Planet Nine, Terkait Pemicu Kiamat Nibiru?

Ilustrasi Planet Nine (NASA)

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, mengakui bahwa sebuah planet misterius yang dijuluki Planet Nine ada di dekat tata surya kita. Ia bersembunyi di ujungnya.

Planet es raksasa itu diyakini berukuran 10 kali lebih besar dibanding Bumi dan berlokasi twenty kali lebih jauh dibanding jarak Neptunus ke Matahari.

NASA mengemukakan lima bukti adanya keberadaan planet tersebut.

"Saat ini terdapat lima jalur bukti observasional yang berbeda, yang menunjukkan keberadaan Planet Nine," kata seorang astrofisikawan planet di California Institute of Technology (Caltech), Pasadena, seperti dikutip dari News.com.au, Senin (16/10/2017).

Beberapa petunjuk tersebut berkaitan dengan gravitasi Planet Nine yang dinilai mengganggu Sabuk Kuiper -- expanse yang terdiri dari obyek es angkasa luar yang membentang dari Neptunus, sekitar thirty satuan astronomi (SA) sampai jarak l SA.

Namun, selama ini keberadaan Planet Nine selalu dikaitkan dengan Nibiru. Planet itu disebut-sebut oleh sejumlah pencetus teori sebagai penyebab musnahnya kehidupan umat manusia.

Diduga, Nibiru memiliki jalur orbital yang dekat dengan Bumi yang konon dapat memicu tsunami, gempa, dan membangunkan gunung-gunung berapi.

iflscience

Bukan itu saja. Konon, jika 'demon planet' atau 'planet iblis' itu terlalu dekat dengan Bumi, ia bisa saja menyeret tempat tinggal manusia mendekat ke Matahari. Planet Biru pun akan berhenti berputar.

Kondisi itu bahkan diyakini bakal mengelupas kerak Bumi, seperti monyet mengupas pisang.

Meski NASA mengakui keberadaan Plane Nine, badan antariksa itu berulang kali membantah keberadaan Nibiru. Dalam pernyataan terakhirnya, NASA memastikan bahwa Planet Nine tak memiliki kemungkinan untuk bertabrakan dengan Bumi.

 

Sudah lama Nibiru dikaitkan dengan kiamat. Salah satunya, ahli numerologi, David Meade sempat membuat sebagian penduduk Bumi ketar-ketir gara-gara ramalan kiamat 23 September 2017 yang ia gembar-gemborkan.

Namun, ramalan itu terbukti gagal total. Kiamat tak terjadi, Bumi tak lantas hancur, kehidupan pun berjalan seperti biasa.

Meski demikian, Meade bersikeras bahwa tanggal itu hanya lah permulaan kehancuran Bumi. Dia bersikeras, kiamat di Bumi terjadi tidak secara serentak.

Menurutnya, selama tujuh tahun berturut-turut, akan ada tsunami, banyak gempa dan badai, yang semua kejadian itu dimulai dari fifteen Oktober 2017.

Meade percaya bahwa seluruh peristiwa alam itu dipicu oleh Planet Nibiru yang misterius. Planet itu konon akan melewati Bumi dan memicu sejumlah bencana alam termasuk erupsi gunung berapi.

Namun, seperti yang sudah disebutkan, teori tentang Nibiru berkali-kali ditentang NASA. Badan Antariksa AS itu mengatakan, Nibiru atau Planet X adalah bualan semata.

Planet Nine dianggap 'pengganti' Pluto yang diturunkan statusnya pada 2006 oleh International Astronomical Union menjadi planet kerdil.

Masalahnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada manusia yang benar-benar melihat langsung Planet Nine, baik melalui teleskop maupun metode lain.

 

SHARE

About Susan M. Hendrickson